TUGAS PENGATURAN INPUT OUTPUT
NAMA
: Daniel Stevn Irawan
NPM
: 12213023
KELAS
: 1EA26

INPUT
/ OUTPUT
1.
Prinsip Perangkat Keras I/O
Manajemen perangkat I/O mempunyai
beragam fungsi, diantaranya :
-
mengirimkan perintah ke perangkat I/O agar menyediakan
layanan
-
menangani interupsi perangkat I/O
-
menangani kesalahan pada perangkat I/O
-
menyediakan interface ke pemakai
1.1.
I/O Device
Perangkat I/O dapat dibedakan
berdasarkan :
1.
Sifat aliran data
Berdasarkan aliran data dibedakan
menjadi :
a.
Perangkat berorientasi blok (block-oriented devices)
Contohnya : disk, tape, CD ROM, Optical disk
b.
Perangkat berorientasi karakter (character-oriented
devices)
Contohnya
: terminals, line printer, punch card, network interfaces, pita kertas, mouse
Klasifikasi diatas tidak mutlak, karena
ada beberapa perangkat yang tidak termasuk kategori diatas, misalnya : Clock,
Memory Mapped
Screen, Sensor
2.
Sasaran komunikasi
Berdasarkan sasaran komunikasi
dibedakan menjadi:
a.
Perangkat yang terbaca oleh manusia (human readable
device)
Contohnya : VDT
(Video Display Terminal) terdiri dari monitor, keyboard (+mouse)
Device Controller
Unit I/O berupa :
a. Komponen elektronik
Device controller / adapter adalah
untuk mengaktif-kan perangkat eksternal dan memberitahukan yang perlu dilakukan
oleh perangkat / driver.
Contoh : unit tape megnetik
diinstruksikan kembali ke posisi awal, bergerak ke record berikutnya.
b. Komponen
mekanik
Contohnya : head, motor stepper,
printer
1.2. Direct Memory Access (DMA)
DMA mentransfer seluruh data yang
diminta ke / dari memori secara langsung tanpa melewati pemroses.
Keuntungan DMA :
- Memaksimalkan
/ meningkatkan kinerja I/O
- Meminimasikan
over head
Pada waktu data di tranfer dari
controller ke memori, sektor berikut akan lewat dibawah head dan bits sampai ke
controller. Controller sederhana tidak dapat melakukan I/O dalam waktu yang
bersamaan, maka dilakukan interleaving (skip blok), memberi waktu
untuk tranfer data ke memori. Interleaving ini terjadi pada disk, bukan pada
memori.
2. Prinsip Software I/O
Ide Dasar : mengorganisasikan
software dalam beberapa layer dimana level bawah menyembunyikan akses /
kepelikan hardware untuk level diatasnya. Level atas membuat interface yang
baik ke user.
Tujuan Software I/O
a. Konsep dalam desain software I/O
b. Penamaan yang seragam / Uniform Naming
Contoh : seluruh disks dapat
dibuat dengan hirarki sistem file (menggunakan NPS)
c. Penanganan kesalahan / Error Handling
Contoh : pertama controller, device
driver, dst. Dan jika tidak bisa ditangani beri pesan
d. Synchronous (blocking) vs Asynchronous (Interrupt Driver)
transfer
e. Sharable vs Dedicated Device
Contoh : disk untuk sharable dan
printer untuk dedicated
Tujuan diatas dapat dicapai
dengan memisahkan software I/O menjadi 4 layers, yaitu :
1. Interrupt Handler
Interrupt harus disembunyikan agar
tidak terlihat rutin berikutnya. Device driver di blok saat perintah I/O
diberikan dan menunggu interupsi. Ketika interupsi terjadi, prosedur penanganan
interupsi bekerja agar device
driver keluar dari state blocked.
2. Device
Drivers
Seluruh kode device dependent
terletak di device driver. Tiap device driver menangani satu tipe / satu kelas
device. Tugas dari device driver untuk menerima permintaan abstrak dari
software device independent diatasnya dan melakukan layanan sesuai permintaan /
mengeksekusinya.